Perkawinandan Perceraian (Perspektif Kristiani) Filsafat. Sumber ilustrasi: PEXELS/Wirestock. Perkawinan, ide awalnya sebenarnya berasal dari Tuhan sendiri. Lembaga ini dirancang Tuhan sejak dari Taman Eden, dimana saat itu manusia belum jatuh ke dalam dosa (lih. Kej.2:18-24). Dari sinilah ”piagam” aslinya terbentuk. Inipenjelasan para ahli agama. Ada berbagai kondisi yang membuat seorang perempuan menikah saat hamil. Pertama, perempuan yang diceraikan oleh mantan suaminya atau ditinggal mati sang suami dalam keadaan hamil. Kedua, perempuan yang belum menikah dan melakukan hubungan hingga hingga hamil. Di dalam Islam, kedua kondisi ini bisa memiliki hukum 1Korintus 7. 7:1 Sekarang saya mau bicara mengenai masalah yang kalian sebut dalam suratmu. Kalau seorang laki-laki tidak kawin, itu baik. 1 2 7:2 Tetapi supaya tidak tergoda untuk berbuat hal-hal yang tidak patut, lebih baik setiap orang laki-laki mempunyai istrinya sendiri dan setiap wanita mempunyai suaminya sendiri. 7:3 Suami harus Nabis.a.w. bersabda : Jika Anda sedemikian maka Anda dari kawannya syaithan, jika Anda pendeta kristen maka ikutlah jejak mereka, dan bila Anda dari golongan kami maka berbuatlah seperti kami, dan dari sunnahku kawin (nikah), orang yang sangat jelek itu orang yang tidak beristri , dan orang mati yang amat hina orang yang tidak beristri, celaka Soalistri, masih lebih baik mana, beristri 10 atau beristri satu tapi bergundik 200?. Muhammad emang "gila nikah", ane akui itu. Fakta juga sudah membuktikan demikian. Hal yg kalian para domba ini tidak pahami adalah bahwa Muhammad menikahi janda2 para sahabat itu dengan tujuan yang mulia, bukan dengan motif buruk seperti yg kalian tuduhkan. Vay Tiền Trả Góp Theo Tháng Chỉ Cần Cmnd Hỗ Trợ Nợ Xấu. Sudah menjadi umum jika Alasan Orang Islam Masuk Kristen kita melihat pasangan yang akan menikah akan sibuk dengan persiapan perayaan pernikahan dengan tujuan supaya acara pemberkatan dan juga resepsi pernikahan bisa berjalan dengan baik. Pemberkatan dan resepsi pernikahan adalah hal sementara yang akan berlalu begitu saja, akan tetapi ada hal yang harus diingat yakni mempertahankan pernikahan tersebut seumur hidup. Dalam mempertahankan sebuah pernikahan, masing-masing individu harus paham tentang Tujuan Hidup Orang Kristen dan jakekat dari pernikahan itu sendiri. Namun sangat disayangkan ada segelintir pasangan yang tidak secara serius memakai segenap tenaga, daya, akal budi dan juga dana yang tidak memahami dengan benar apa arti dari sebuah pernikahan. Apabila tidak terdapat visi dan misi saat menikah, maka itu pernikahan bisa dikatakan sebagai tindakan bunuh diri, sebab cepat atau lambat pernikahan akan layu dan kemudian mati. Untuk menghindari hal tersebut, pada saat pacaran atau sebelum masuk ke jenjang pernikahan, ada baiknya anda berdiskusi dengan pasangan tentang tujuan dari sebuah pernikahan terutama di dalam agama Kristen. Untuk mengetahui dengan jelas apa tujuan pernikahan Kristen, dalam kejadian pasal 2 bisa anda lihat selengkapnya pada ulasan berikut ini. Pernikahan Merupakan Sebuah Perjanjian Tujuan Pernikahan Kristen jika dilihat secara simbolis, pernikahan adalah Cara Beribadah Agama Kristen saling mengucapkan janji di dalam gereja dan jika disederhanakan maka perjanjian berarti sebuah persetujuan diantara 2 individu. Perjanjian pernikahan adalah mengasihi dan dikasihi. Menurut Balswick ada 3 hal penting yang bisa kita pahami dari perjanjian yang sudah Allah tetapkan yakni perjanjian merupakan tindakan dari Allah dan tidak bersifat kontrak, kedua adalah Allah berkehendak adanya respon dari kita sebagai manusia namun tidak berarti ini bersifat kondisional dan yang ketiga adalah Allah sudah memberikan berkat serta keuntungan kekal lepas dari umat Tuhan sudah melakukan hal tersebut atau tidak. Pernikahan Merupakan Kesaksian Dengan menikah, maka orang Kristen dipanggil untuk pelayanan khusus yaitu menyaksikan Kristus lewat bentuk keluarga. Hubungan komunikasi dari suami dan istri akan menjadi sebuah wadah anak-anak untuk belajar dan mengenal kasih dari Tuhan. Tujuan lain dari pernikahan yang adalah sebuah kesaksian adalah menjadi sebuah latihan untuk anak-anak untuk menjadi pasangan suami istri dan juga orangtua dan pola tersebut akan diteruskan secara turun temurun dalam mendidik anak-anak mereka kelak. Mewujudkan Rumah Tangga Bertanggung Jawab Yang dimaksud dengan tanggung jawab dalam Cara Berdoa yang Benar urusan pernikahan adalah dalam keperluan jasmani, batin dan juga rohani sehingga bertanggung jawab dalam ketiga aspek ini secara baik dan benar. Dalam menjalani proses rumah tangga, kedua belah pihak yakni suami atau istri harus sama-sama berusaha untuk mewujudkan rumah tangga yang bertanggung jawab tersebut apapun halangan yang merintangi. Rumah Tangga Yang Bisa Mengalami Pertumbuhan Tujuan Pernikahan Kristen dalam Kejadian pasal 2, tujuan pernikahan tidak hanya sekedar mendapatkan keturunan, namun memiliki tujuan yang lebih penting yakni pertumbuhan. Saat kedua belah pihak semakin bertumbuh, maka akan didapat kebahagiaan. Masing-masing individu harus dapat mengampuni satu sama lain dan juga mampu beradaptasi sehingga tidak akan memaksakan atau menuntut pasangan namun lebih kepada memahami. Menjadi Manusia Seutuhnya Dengan pernikahan maka manusia bisa mengembangkan pola jiwa dalam memahami kasih Allah yang tanpa syarat. Sebagai contoh, anak-anak keluarga Kristen hanya bisa merasakan kasih dari orangtua saat mereka bertingkah laku baik dan saat bertingkah menyusahkan, maka kasih orangtua akan sekejap hilang dan diganti dengan marah, hukuman, kebencian dan penolakan. Pola jiwa penuh kasih yang bergantung pada suasana ini akan selalu terbawa sepanjang hidup mereka dan akhirnya mereka memahami jika kasih Allah merupakan kasih yang bergantung pada situasi. Sebagai Pengembangan Jiwa Untuk Percaya Dengan Sesama Jiwa manusia adalah saling percaya di kehidupan sosial dan tanpa jiwa mempercayai ini maka manusia akan sulit dalam pergaulan dan bekerja sama dengan sesama dan manusia yang anti sosial ini akan hidup dalam dunia mereka sendiri. Pembentukan dan pengembangan jiwa mempercayai ini merupakan salah satu tujuan dari pernikahan sehingga setiap individu akan saling belajar untuk percaya dengan pasangan dan mempraktekan cinta kasih secara konsisten. Menciptakan Masyarakat Baru Allah Pandangan Iman Kristen Terhadap Gaya Hidup Modern membuat pernikahan dibentuk oleh Allah dengan tujuan agar tercipta masyarakat baru kepunyaan Allah dan wadah yang digunakan Allah sebagai sarana membuat sejahtera manusia yang sudah ditebus-Nya adalah dengan melalui keluarga. Allah menghendaki tujuan pernikahan untuk melahirkan keturunan anak-anak tebusan Kristus. Tujuan pernikahan tersebut adalah untuk mendidik anak-anak kelak sehingga bisa menjadi anak Tuhan yang tidak hanya patuh pada orangtua secara daging, namun yang terpenting patuh pada Bapa di surga. Pernikahan Merupakan Sebuah Persahabatan Pernikahan tidak hanya sebatas hubungan suami istri dalam urusan seksual saja, namun lebih kepada persahabatan. Pernikahan merupakan kesatuan sosial dan juga spiritual. Dengan membangun sebuah pernikahan yang dilandasi dengan persahabatan ini maka akan jauh lebih kuat jika dibandingkan dengan pernikahan yang dilakukan hanya untuk tujuan seksual semata. Pernikahan Merupakan Pemutusan Dengan Orangtua Pernikahan juga memiliki tujuan untuk selalu tetap menghormati orangtua, akan tetapi sebagai seorang suami dan istri maka menjadi hal yang utama dibandingkan dengan orangtua. Seorang istri atau suami tidak lagi mengharapkan bantuan atau dukungan dari orangtua namun harus dilakukan antara pasangan suami dan istri. Kebersamaan Seluruh Hidup Sebuah perkawinan memiliki tujuan kebersamaan yang meliputi seluruh hidup, suami istri akan berjanji untuk membuat satu kehidupan mereka secara utuh sampai akhir hayat. Kebersamaan ini memiliki arti senasib sepenanggungan yang tidak hanya seumur hidup sampai mati saja, namun dilakukan secara kualitatif seperti yang sudah diucapkan pada perjanjian perkawinan. Perkawinan Sebagai Sebuah Sakramen Pernikahan Kristen memiliki sifat sakramental dan hanya mengenal paham monogami yang bertitik pada martabat pribadi manusia. Kej 28-25, dikisahkan bahwa Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam ini mengartikan jika wanita diciptakan sejajar dengan pria dan wanita tercipta sebagai penolong yang sepadan. Kesejahteraan Suami dan Istri Tujuan perkawinan adalah saling mensejahterakan antara suami dan istri serta anak-anak dan ini mengartikan berupaya apapun yang terbaik untuk pasangan baik dalam urusan jasmani dan rohani. Pernikahan tidak bertujuan untuk memenuhi kebutuhan biologis yang hanya akan berujung pada perceraian dan juga poligami saat tujuan biologis tersebut tidak tercapai. Mengarahkan Pada Kelahiran dan Edukasi Dalam pernikahan Kristen memiliki tujuan bahwa semua pasangan yang sudah menikah harus siap memiliki keturunan atau anak dan tidak dibenarkan jika dalam pernikahan orang dengan sengaja tidak ingin memiliki anak. Anak merupakan anugerah dari Tuhan, akan tetapi dikaruniai anak atau tidak bukan menjadi hak suami istri yang dapat dituntut pada Tuhan. Dengan mengetahui tujuan pernikahan dalam Kristen yang baik dan benar, maka akan menuntun setiap pasangan Kristen yang menikah agar memenuhi

beristri dua dalam kristen